Selasa, 21 September 2010

Libur lebaran

Liburan sekolah kali ini saya tidak pergi mudik, karena tidak ada yang menyetir. Jadi saya dan keluarga hanya pergi ke rumah keluarga mama. Walaupun tidak mudik, saya cukup senang karena di lebaran kali ini sepupu saya yang bernama Fadel yang tinggal di London akan datang untuk merayakan lebaran di Jakarta. Sudah lama sekali sejak saya dan sepupu saya itu bertemu. Dulu dia masih berumur empat tahun, sekarang dia sudah berumur delapan tahun, berarti kira-kira sudah empat tahun kami tidak bertemu. Dulu jika dia menginap di rumah saya, yang dia lakukan hanya bermain playstation seharian. Jika ibunya pergi, dia tetap di rumah saya bermain playstation. Lalu beberapa hari sebelum ia pulang ke London dia menginap di rumah kakak ibunya, saat saya antarkan dia menangis karena di rumah kakak ibunya itu tidak ada playstation. Sekarang dia sudah besar jadi dia tidak bermain playstation lagi.

Beberapa hari setelah sepupu saya dan keluarganya sampai di Jakarta, saya sekeluarga berbuka puasa bersama di restoran pulau dua di daerah semanggi. Disitu makanannya enak-enak, saya pun makan dengan lahap dan menambah dua kali. Setelah makan tante saya pun beraksi menunjukan sulapnya seperti pak Tarno. kami semua pun mencoba mencari tahu bagaimana cara tante saya itu menghilangkan kain merah di tangannya. Ternyata rahasianya adalah ibu jari palsu yang di gunakan untuk menyembunyikan kain itu. Setelah tahu rahasianya rasanya sulapnya mudah sekali. Setelah lama mengobrol, kami pun pergi ke rumah tante saya di bogor. Disana tante saya memulai lagi sulapnya yang lain, sulap yang kali ini lebih mudah, hanya dengan menggunakan kalung besi dan gelang besi. Gelang yang di jatuhkan dari kalung tidak jatuh tetapi menyangkut di kalungnya, caranya sangat mudah pada saat menjatuhkan gelangnya tangan kita saat memegangnya harus membentuk plus dan saat kita jatuhkan putar gelangnya dan menyangkutlah gelang itu. Kira-kira pukul sebelas saya dan keluarga pulang ke rumah.

Tidak terasa lebaran pun tiba, saya dan keluarga saya merayakannya di rumah nenek saya di daerah cipinang. Sesampainya disana kami langsung menyantap ketupat yang sudah disediakan di meja. Setelah makan, saya pun bermain bersama sepupu-sepupu saya. Lalu datang sepupu saya yang lain, ia lalu mengajarkan sepupu saya yang tinggal di London hal baru, yaitu gendong. Setelah di gendong secara terbalik, sepupu saya ketagihan minta di gendong lagi “gendong me please?” begitu katanya, kami pun tertawa mendengar kata-katanya itu. Sepupu saya itu memang tidak bisa diam, semua orang pun dia mintai gendong sampai semuanya kelelahan. Setelah tidak ada lagi yang ia bisa mintai gendong, dia mulai bermain dengan saya dan kakak sepupu saya, kak Ossi. Tidak terasa sudah sore, jadi keluarga saya pun langsung pulang dan mengunjungi kakak dari ayah saya.
mohon maaf pak tapi fotonya baru bisa saya posting besok

1 komentar:

Wijaya kusumah mengatakan...

good posting! Akan lebih bagus bila ditambahkan foto atau gambar.

salam
Omjay

Posting Komentar